Cara Kerja Online Marketing | Seri Ke-3 Konsep Dasar Online Marketing


Online marketing tidak hanya berfungsi untuk mendapatkan pelanggan, tapi juga memiliki kekuatan untuk melayani dan membantu agar tetap terjadi penjualan yang berulang dari pelanggan yang sama. Fungsinya bisa untuk mengakuisisi pelanggan baru sekaligus retensi. Inti dari marketing adalah memaksimalkan kualitas koneksi dengan audiens/pelanggan. Hal inilah yang menjadikan marketing itu berarti bagi tujuan bisnis (atau non-bisnis).




Menurut studi, dibutuhkan rata-rata 7 touch points agar konsumen melakukan pembelian. Dalam media online, touch points ini bisa berasal dari pencarian di mesin pencari (Google/Bing/Yahoo), postingan di media sosial (Facebook/Twitter/etc.), press release di salah satu media online, email newsletter, atau melihat banner iklan. Semakin banyak kita menyebarkan kepingan online marketing tersebut, semakin tinggi angka kemungkinan dikenal, disukai, dan dipercaya oleh lebih banyak audiens sasaran.

Internet telah mengubah cara kita bekerja, berkomunikasi, menghabiskan waktu, dan menghabiskan uang. Jadi tentu saja, cara kita menerapkan teknik pemasaran seharusnya menyesuaikan dengan cara kerja ini. Hal yang menarik dari online marketing adalah prinsip always on atau 24/7. Properti online seperti website, email, media sosial, dll dapat diakses kapanpun dan dimanapun oleh audiens kita. Dengan teknologi, kita bisa melakukan penjadwalan untuk menentukan waktu rilis setiap konten yang telah kita produksi. Media online memberikan kesempatan luas untuk membuka akses kita menuju pasar global. Perbedaan lainnya dengan pemasaran konvensional, dengan medium online kita bisa mendapatkan penjualan langsung via internet, sehingga kita tidak harus bergantung harus memiliki toko fisik.

Dengan online marketing, kita juga bisa melakukan pentargetan audiens secara spesifik. Kita bisa menentukan sendiri kepada siapa konten kita akan didistribusikan. Platform iklan seperti Facebook dan Google Adwords/GDN, memungkinkan kita untuk mentarget secara spesifik berdasarkan lokasi geografis, waktu, demografi berdasarkan usia/gender, keywords, interest, perilaku, kecenderungan, dll. Fitur audience targeting ini memberikan kemewahan yang tidak bisa diberikan oleh media konvensional biasa. Dengan fitur seperti itu, kita bisa memaksimalkan cara kita mengakuisisi pelanggan baru, memelihara pelanggan tetap, bisa lebih menghemat waktu, budget, & SDM. Selain itu, dari sisi measurement kita bisa menganalisa dengan data yang lebih akurat dan terukur. Hal ini memudahkan kita untuk memantau secara real time mengenai efektifitas dari program online marketing yang sedang & telah dilakukan. Dengan begitu, kita akan lebih terbantu untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada program berikutnya.

Kalau berbicara soal budget untuk beriklan di media internet, kita diberikan kontrol maksimal dalam menentukan budget. Platform seperti Google Adwords dan Facebook Ads memberikan keleluasaan untuk menentukan besaran budget. Dengan aplikasi iklan yang mereka miliki, kita diberikan dashboard khusus sehingga kita bisa mengontrol sendiri budget yang akan kita investasikan untuk beriklan. Kita bisa mengatur berdasarkan budget per campaign ataupun berdasarkan waktu (hari, bulan, custom).

Kini perilaku konsumen sudah mulai banyak yang beralih ke media online dan menjadikan konsumen tersebut semakin memiliki kekuatan untuk menentukan preferensi mereka. Konsumen masa kini pandai mempelajari produk/jasa dengan menjelajah opini/review yang tersebar di dunia maya sebelum mereka memutuskan untuk membelinya atau tidak. Proses pengambilan keputusan inilah yang harus kita tangkap. Oleh karena itu, memiliki jejak online yang kuat & intens dapat memberikan keunggulan kompetitif yang sangat besar bagi suatu produk/merek.

Berikut ini adalah daftar artikel lainnya dengan topik #KonsepDasarOnlineMarketing:
  1. Dasar-Dasar Online Marketing: Pendahuluan
  2. Dasar-Dasar Online Marketing: Apa Itu Online Marketing?
  3. Dasar-Dasar Online Marketing: Cara Kerja
  4. Dasar-Dasar Online Marketing: Komponen-Komponen
  5. Dasar-Dasar Online Marketing: Perencanaan & Strategi
  6. Dasar-Dasar Online Marketing: Menentukan Audiens Sasaran
  7. Dasar-Dasar Online Marketing: Menganalisis Efektifitas Program
  8. Dasar-Dasar Online Marketing: Merencanakan Pembuatan Website
  9. Dasar-Dasar Online Marketing: Mengoptimalkan Website
  10. Dasar-Dasar Online Marketing: Konten
  11. Dasar-Dasar Online Marketing: Mesin Pencarian
  12. Dasar-Dasar Online Marketing: Media Sosial
  13. Dasar-Dasar Online Marketing: Blog
  14. Dasar-Dasar Online Marketing: Beriklan Online
  15. Dasar-Dasar Online Marketing: Email
  16. Dasar-Dasar Online Marketing: Kesimpulan
  17. Dasar-Dasar Online Marketing: Tentang Strategi

Post a Comment