Dasar Pemasaran lewat Social Media & Search

credit: unionsquaremedia.com
Pendekatan optimasi konten pada 'Search' gak bisa disamain dengan 'Social Media'.

Optimasi pada 'Search' tetep harus dealing dengan algoritma mesin pencari, dimana kita harus teliti dalam mengoptimasi website yang sifatnya agak teknis, seperti menyusun metadata & link building. Hal-hal teknis tadi dilakukan agar website kita bisa nongkrong paling atas pada SERP dengan kata kunci sasaran.


Pendekatan optimasi konten pada 'Social Media' itu lebih butuh seni komunikasi dengan manusia secara langsung. It's all about how to develop strong relationship with human. Disini, peran emosi sangat dibutuhkan untuk memperkuat hubungan secara konstan dan mendalam.

Prinsip komunikasi di Social Media sebaiknya memegang prinsip 'serendipity' meski kita juga harus pandai mempelajari cara kerja teknis/algoritma pada aplikasi social media yang ada.

Tapi, kedua channel tersebut tidak bisa dipisahkan dan bukan untuk diperbandingkan untuk dipilih mana yang terbaik. Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Pemanfaatannya hanya tinggal disesuaikan dengan objektif yang ada.

Keunggulan 'Search' itu terletak pada kekuatan 'intention untuk mencari' yang dibutuhkan audiens sasaran. Intention ini bisa dinilai dari kata kunci yang ia gunakan pada mesin pencari. Ketika kita berhasil menguasai kata kunci paling potensial, disitulah kita berpotensi untuk menjaring pelanggan yang sedang memiliki intention untuk mencari dan membeli produk kita.

Sedangkan di 'Social Media', kita bisa membangun relationship nyata dan langsung dengan audiens sasaran. Kekuatannya ada pada komunikasi dua arah serta efek viral yang sangat bisa berpotensi melesatkan popularitas dari apa yang sedang kita pasarkan.

Search & Social Media tetap dibutuhkan demi terjadinya konversi yang diharapkan.

Post a Comment