Penjelasan 'Sederhana' Tentang Algoritma Google Panda, Penguin, Pigeon, dan Hummingbird

Sebagian besar kita mungkin masih belum menangkap dengan tepat apa saja akibat dari 4 algoritma Google bernama Panda, Penguin, Pigeon, dan Hummingbird terhadap website kita. Jika kamu memiliki website dan ingin mendapatkan kunjungan dari Google, ada baiknya kamu memahami dasar 4 algoritma ini. Kenapa? Agar kamu bisa menghindarkan diri dari penalti yang mengakibatkan website kamu diturunkan dari halaman hasil pencarian (Search Engine Result Page/SERP). Di sisi lain, dengan memahaminya kamu bisa memaksimalkan agar website kamu terindeks dengan baik oleh Googlebot yang pada akhirnya website kamu muncul pada halaman hasil pencarian Google.


Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan secara sederhana tentang Panda, Penguin, Pigeon, dan Hummingbird dan peruntukannya dari masing-masing algoritma tersebut. Tujuannya agar bisa meyampaikan dengan baik tanpa harus dilingkupi dengan terminologi SEO yang umumnya dipandang rumit seperti 301s, canonicals, crawls errors, dll.

Kenapa selalu ada perubahan algoritma di Google Search?

Google selalu meningkatkan kualitasnya untuk menyuguhkan informasi dengan hasil pencarian terbaik bagi penggunanya. Ketika mesin pencari diciptakan, para search marketers bisa mengusahakan dengan mudah agar mesin pencari seperti Google menilai bahwa website mereka ditampilkan pada SERP. Pada beberapa kasus mungkin sesederhana memasukan kode bernama meta keywords tag. Meta keywords tag ini bisa memberitahu search engines tentang halaman website tersebut.

Seiring perjalanannya, Google terus menyempurnakan diri agar bisa menyuguhkan informasi serelevan mungkin kepada penggunanya sekaligus menangkal kecurangan orang-orang yang menggunakan teknik blackhat.

Kini algoritma Google memiliki ratusan faktor yang berbeda-beda sehingga banyak dari pakar SEO yang berspekulasi tentang teknik-teknik yang bisa digunakan untuk meningkatkan website mereka muncul di SERP untuk kata kunci utama yang mereka sasar. Contoh sederhana dari spekulasi itu diantarana seperti +1 Google+ yang kemungkinan dapat meningkatkan ranking situs.

Dulunya perubahan algoritma Google tidak berubah secara cepat. Jika situs kamu ada di posisi pertama untuk keyword tertentu, biasanya posisi itu akan bertahan untuk beberapa minggu/bulan sampai ada perubahan algoritma lagi.

Lalu di tahun 2010 pola ini berubah ketika diluncurkannya 'Caffeine'. Sejak kemunculan Caffeine, SERP bisa berubah beberapa kali dalam sehari. Google melakukan lebih dari 600 perubahan algoritma dalam setahun dan biasanya mereka tidak mengumumkan hal ini ke publik. Tapi ketika Google membuat perubahan algoritma yang signifikan, biasanya mereka memberikan nama dan mengumumkannya ke publik.

Ketika ada pengumuman tersebut, biasanya para praktisi dunia SEO akan berusaha dengan keras mencari cara untuk memahaminya dan mengambil manfaat dari perubahan tersebut.

Selama ini ada 4 perubahan besar dalam beberapa tahun ini. Diantaranya algoritma Panda, algoritma Penguin, Pigeon, dan Hummingbird.

Apa itu algoritma Panda?

Tujuan dari Panda adalah untuk menempatkan situs berkualitas lebih tinggi dari situs-situs yang memiliki kualitas lebih rendah. Ketika algoritma ini muncul, sebelumnya tidak memiliki nama. Namun banyak orang menyebutnya dengan "Farmer" sebagaimana algoritma ini menurunkan banyak situs-situs yang berasal dari 'content farmer', yaitu situs rendah-kualitas yang dibuat untuk mendapatkan posisi teratas di Google dengan teknik-teknik SEO tertentu, namun kontennya tidak cukup berkualitas atau kadar kualitas informasinya tidak berbobot. Namun ternyata efek yang ditimbulkan dari algoritma ini menjalar ke situs-situs lainnya dalam jumlah yang sangat besar. Algoritma Panda diluncurkan pada 23 Februari 2011 dan diambil dari nama salah satu kreatornya, Navneet Panda.

Ketika awal kemunculannya, di forum-forum SEO banyak yang menyangka bahwa Panda menyasar situs-situs yang memiliki backlink yang tidak natural seperti backlink yang dibuat dalam suatu private blog network (PBN). Namun ternyata Google tidak memasukan unsur links pada algoritma Panda. Panda dibuat untuk mengukur kualitas konten pada suatu situs. Jika Panda menilai kualitas konten pada website kita rendah, maka besar kemungkinan tidak akan ditempatkan pada SERP.

Amit Singhal, seorang pegawai di Google memberikan ceklist di blog resmi Google Webmaster Central mengenai parameter apa saja (kurang lebih) yang digunakan Panda untuk menilai kualitas dari suatu konten situs. Ceklist tersebut tidak serta merta berarti bahwa Panda menggunakan parameter tersebut sebagai parameter. Tidak seorang pun tahu dengan persis faktor apa saja yang digunakan Google untuk menilai kualitas sebuah konten dengan parameter algoritma Panda.

Ada beberapa faktor yang patut diperhatikan yang berkaitan dengan Panda:

Thin content

Thin content adalah sebuah halaman situs yang tidak memiliki nilai bagi pembacanya. Umumnya sebuah halaman situs yang memiliki konten degan jumlah kata yang sedikit tentunya tidak memberikan nilai apapun bagi pembacanya. Jika kamu memiliki banyak halaman di situsmu dengan konten yang hanya memiliki 1 atau 2 paragraf, dan semua halaman tersebut terindeks pada Google, maka Panda akan menilai bahwa mayoritas dari situs kamu memiliki kualitas rendah.

Duplicate content

sss

Low-quality content

sss

Cara menghindarkan diri dari Panda


Apa itu algoritma Penguin?

Tujuan dari Penguin ini adalah untuk mengurangi 'trust' dari sebuah situs yang memiliki backlinks yang tidak alami yang tujuannya agar Google menempatkan pada SERP paling atas. Memantau links tidak alami memang fokus utama dari Penguin, namun mungkin saja ada banyak faktor lainnya yang dipertimbangkan oleh Penguin ini. Links sejauh ini adalah faktor yang paling penting, bahkan sejak awal adanya Google atau dikenal dengan algoritma Pagerank.

Seberapa penting links?

Sebuah link bisa diibaratkan seperti vote. Jika ada situs yang bereputasi tinggi mengarahkan link ke situs kamu, maka Google menilai bahwa itu adalah tanda bahwa situs kamu direkomendasikan. Jika sebuah situs yang kurang atau tidak bereputasi mengarahkan link ke situs kamu, maka kekuatan vote-nya tidak dinilai sekuat vote yang diberikan oleh situs yang bereputasi. Namun, jika kita bisa mendatangkan kuantitas links dalam jumlah yang sangat besar yang datang dari situs yang kurang bereputasi sekalipun, menurut pengalaman hal itu juga dapat memberikan efek positif yang besar. Ini yang jadi alasan, di masa lampu, praktisi SEO giat untuk mendapatkan links sebanyak mungkin dari situs apapun.

Hal lain yang penting pada algoritma Google adalah anchor text. Anchor text adalah teks yang diberikan garis bawah pada sebuah link. Contohnya adalah seperti --> situs referensi mengenai SEO, anchor textnya adalah "situs referensi SEO". Jika situs Search Engine Watch ini mendapatkan link dari banyak situs yang menggunakan anchhor tect "situs referensi SEO", hal itu dapat memberikan sinyal ke Google bahwa orang yang googling menggunakan kata kunci "stus referensi SEO" kemungkingkinan besar ingin melihat situs seperti Search Engine Watch pada hasil pencarian di Google.

Tidak sulit untuk melihat bagaimana orang-orang dapat memanipulasi bagian dari algoritma ini. Ambil contoh misalkan saya mendapatkan tugas untuk menempatkan situs sebuah perusahaan konsultan pajak di Bandung. Dulu, untuk mengakali algoritma Google, saya dapat dengan mudah membuat artikel sebanyak mungkin dengan menempatkan link menggunakan anchor text seperti Jasa Konsultan Pajak di Bandung, Konsultan Pajak Terbaik di Bandung, dan Rekomendasi Konsultan Pajak Bandung. Memang jika kita mendapatkan inbound links dari situs-situs yang memiliki reputasi yang baik akan memberikan dampak positif, tapi juga membangun links yang banyak dari situs-situs kualitas rendah juga dapat memberikan pengaruh yang efektif. Membangun links (links building) dapat juga dilakukan semudah memasukin link di situs direktori, forum, komentar di blog, membuat blog sendiri yang banyak, dll.

Apa yang kebanyakan praktisi SEO ketahui, links dengan kualitas rendah & hasil manipulasi adalah apa yang coba dideteksi oleh algoritma Penguin. Dengan kata lain, jika suatu situs terdeteksi memiliki inbound links berkualitas rendah dengan jumlah sangat banyak dan datang dari situs dengan 'trust' yang rendah, maka Google akan menarik situs tersebut dari SERP.


Cara menghindarkan diri dari Penguin





Apa itu algoritma Pigeon?


Apa itu Hummingbird?




{TULISAN INI MASIH DALAM PROGRESS}






































Post a Comment